Kulit Pisang, Bahan Dasar pembuatan Plastik

Posted: June 29, 2013 in artikel sederhana, tentang perIndustrian

 


1. Pendahuluan

Istilah plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Ada beberapa polimer alami yang termasuk plastik. Plastik dapat dibentuk menjadi film atau fiber sintetik. Plastik didesain dengan variasi yang sangat banyak dalam properti yang dapat menoleransi panas, keras, “reliency” dan lain-lain. Digabungkan dengan kemampuan adaptasinya, komposisi yang umum dan beratnya yang ringan memastikan plastik digunakan hampir di seluruh bidang industri.

Plastik dapat dikategorisasikan dengan banyak cara tapi paling umum dengan melihat tulang-belakang polimernya. Plastik adalah polimer, yaitu rantai panjang atom mengikat satu sama lain. Rantai ini membentuk banyak unit molekul berulang, atau monomer. Plastik yang umum terdiri dari polimer karbon saja atau dengan oksigen, nitrogen, chlorine atau belerang di tulang belakang. Tulang-belakang adalah bagian dari rantai di jalur utama yang menghubungkan unit monomer menjadi kesatuan.

Pengembangan plastik berasal dari penggunaan material alami, material alami yang dimodifikasi, serta buatan (sintesis). Material alami yaitu permen karet, shellac, sedangkan material alami yang dimodifikasi secara kimia seperti karet alami menjadi nitrocellulose. Pengembangan plastik dari hasil sintesis seperti epoxy, polyvinyl chloride, polyethylene.

 

2. Daftar Material

    Proses pembuatan plastik alami selain menggunakan kulit pisang, tentu saja menggunakan beberapa bahan yang harus disiapkan.

– Kulit Pisang

– Sebuah baskom

– Air Bersih

– Kompor

– HCL (Asam Cuka)

– Gliserin (salah satu bahan untuk sabun)

– natrium hidroksida (NaOH)

– kertas lakmus warna pink

 

3.     Cara Pelaksanaan

pembuatan plastik polimer ini memeliki beberapa langkah-langkah yang akan diuraikan satu persatu dibawah ini. Berikut adalah uraian kagiatan yang dilakukan dala pembuatan plastik polimer.

PERTAMA

Cuci bersih beberapa kulit pisang mentah, lalu diparut hingga agak halus. Parutan kulit pisang itu dicampur air secukupnya dan diulek agar lebih halus. Setelah itu, parutan kulit pisang disaring untuk membuang airnya sehingga hanya tersisa endapan putih, yakni sari pati kulit pisang.

 

KEDUA

Sari pati kulit pisang ini dicuci lagi dan kembali disaring. Tunggu hingga mengendap. Endapan berupa tepung pati kulit pisang ini lalu dicampur HCL atau asam cuka atau cuka dapur, gliserin, dan air secukupnya. Lalu, campuran pati kulit pisang, HCL, gliserin, dan air ini dipanaskan di atas api sedang selama 15 menit sambil terus diaduk. Hasilnya akan seperti gel berwarna putih.

 

KETIGA

Gel dari sari pati kulit pisang ini lalu ditetesi natrium hidroksida (NaOH ) atau soda api setetes demi setetes, kemudian dites dengan ditempelkan ke kertas lakmus warna pink. Jika kertas lakmus itu berubah warna menjadi merah, tetesan soda api harus ditambah sampai kertas lakmusnya berwarna biru atau hijau.

 

KEEMPAT

Jika gel yang ditetesi NaOH saat dites di kertas lakmus warna pink berubah warna menjadi biru atau hijau, gel ini siap menjadi plastik. Gel pun bisa dibentuk atau dituang dalam cetakan dan dijemur selama beberapa jam atau paling lama sehari sampai mengering. Setelah mengering, gel akan berubah menjadi plastik bening.

 

KELIMA

Setelah berubah menjadi plastik bening itu berarti semua proses pembuatan ini telah usai dan hasilnya dapat digunakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s