Bahayanya makanan gosong bagi tubuh

Posted: November 28, 2011 in HIdup Sehat

Beberapa waktu yang lalu, tidak sengaja saya melihata sebuah acara televisi di salah satu chanel milik swasta di indonesia. Acara cukup menarik dan sangat-sangat bermanfaat karena memberikan informasi yang sangat bagus untuk kesehatan yaitu mengenai bahayanya makanan gosong (hangus terbakar) yang sering kita temukan pada makan-makan yang dimasak dengan cara dibakar. Berikut ini beberapa ulasan yang menarik yang mungkin bermanfaat bagi Anda.

 

 

Kenalan dulu dong……!!!

 

 

Makan yang hangus terbakar atau sering dikenal dengan sebutan “makanan gosong” yaitu sebuah makanan yang terlalu lama dimasak dari waktu normalnya sehingga menyebabkan bagian makanan tersebut menjadi kering, berwarna hitam pekat, hangus bagaikan kayu terbakar dan memiliki rasa yang pahit apabila dikonsumsi. Kejadian ini sering dijumpai pada makanan-makanan yang dimasak langsung diatas api ataupun bara api, walaupun makanan yang dimasak dengan cara lain seperti digoreng, dikukus, direbus pun tentu dapat mengalami ini. Pada umumnya, jenis makanan yang sering mengalami hal ini yaitu pada makanan yang mengandung karbon (C).

 

 

 

 

 

Topik permasalahannya……

Menurut dokter www.detikhealth.com, Bagian yang gosong pada sate maupun daging-dagingan yang terlalu matang sejak lama diketahui bisa memicu kanker. Namun penelitian terbaru menunjukkan, risiko kanker akibat daging gosong ternyata 2 kali lebih besar dari dugaan semula.

Menurut penelitian para ahli dari Norwegian Institute of Public Health, daging yang terlalu matang atau cenderung gosong mengandung senyawa mutagen yang bersifat karsinogen atau memicu kanker. Di dalam tubuh, senyawa ini bisa memicu perubahan sel-sel normal menjadi kanker.

Selain itu, risiko kanker juga diperbesar oleh adanya enzym sulfotransferase yang secara alami ada di tubuh manusia. Enzym ini bisa mengubah zat-zat yang berbahaya menjadi tidak berbahaya, atau sebaliknya dari yang tidak berbahaya menjadi bersifat karsinogen. Dalam sebuah eksperimen pada tikus, reaksi antara enzym sulfotransferase dengan senyawa mutagen pada daging gosong bisa meningkatkan risiko kanker usus antara 31-80 persen. Peningkatan risiko ini disebut-sebut mencapai 2 kali lipat dari yang diduga sebelumnya. Tikus-tikus yang digunakan dalam eksperimen ini diberi tambahan enzym sulfotransferase agar kondisinya semirip mungkin dengan manusia. Secara alami, tikus-tikus hanya memiliki sulfotransferase di hatinya sehingga penelitian-penelitian terdahulu memberikan hasil berbeda.

“Kami ingin membuktikan bahwa pembentukan tumor di usus lebih besar pada tikus yang dimodifikasi dengan enzym supaya mirip manusia, dibanding pada tikus normal, setelah sama-sama diberi makan daging gosong,” ungkap para peneliti seperti dikutip dari Dailymail, Senin (7/11/2011).
    Pada manusia, efek buruk dari daging yang memiliki bagian gosong di permukaannya juga bisa dinetralkan dengan mengonsumsi buah dan sayuran. Serat yang terkandung di dalamnya berfungsi sebagai sikat untuk membersihkan sisa-sisa serat daging di permukaan usus, yang bisa memicu kanker.

 

 

Referensi :

www.detikhealth.com, 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s