Pengantar Wawasan Nusantara

Posted: April 8, 2011 in artikel sederhana, pendidikan kewarganegaraan

A. Pendahuluan

Upaya pemerintah dan rakyat menyelenggarakan kehidupannya memerlukan suatu konsepsi yang berupa wawasan nasional yang dimaksudkan untuk menjamin kelangsungan hidup dan keutuhan wilayah serta jati diri.

    Kata wawasan berasal dari bahasa Jawa yaitu wawas (mawas) yang artinya melihat atau memandang. Jadi kata wawasan dapat diartikan sebagai cara pandang atau cara melihat.

    Kehidupan negara senantiasa dipengaruhi perkembangan lingkungan strategis sehingga wawasan harus mampu memberi inspirasi pada suatu bangsa dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan yang ditimbulkan dalam mengejar kejayaan.

    Wawasan nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang bernegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung (interaksi & interelasi) serta pembangunannya didalam bernegara di tengah-tengah lingkungannya baik nasional, regional, maupun global.

 

 

B. Landasan Wawasan Nasional

    Wawasan nasional dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolotik yang dianut oleh negara yang bersangkutan.

1. Paham-paham kekuasaan

a. Machiavelli (abad ke-17) dengan judul bukunya The Prince dikatakan sebuah negara itu akan bertahan apabila menerapkan dalil-dalil yaitu dalam merebut dan mempertahankan kekuasaan segala cara dihalalkan, menjaga kekuasaan rezim, politik adu domba (devide et empera) adalah sah, pada dunia politik yang kuat pasti dapat bertahan dan menang.

b. Napoleon Bonaparte (abad ke-18) mengatakan bahwa perang di masa sepan merupakan perang total, yaitu perang yang mengarahkan segala daya upaya dan kekuatan nasional. Napoleon berpendapat kekuasaan politik harus disampingkan dengan kekuatan logistik dan ekonomi yang didukung oleh sosial budaya berupa ilmu pengetahuan dan teknologi suatu bangsa untuk membentuk kekuatan pertahanan keamanan dalam menduduki dan menjajah negara lain.

c. Jendral Clausewitz (abad ke-18), sempat diusir pasukan Napoleon hingga sampai rusia dan akhirnya dia bergabung dengan tentara kekaisan rusia. Dia menulis sebuah buku tentang perang yang berjudul Vom Kriegen (tentang perang). Menurut dia perang adalah kelanjutan politik dengan cara lain.

d. Fuerback dan Hegel (abad ke-17), paham materialisme Fuerback dan teori sintesis Hegel menimbulkan aliran kapitalisme dan komunisme. Pada waktu itu berkembang paham perdagangan bebas (merchantilism). Menurut mereka ukuran keberhasilan ekonomi suatu negara adalah seberapa besar surplus ekonominya terutama diukur dengan seberapa banyak emas yang dimiliki oleh negara itu.

e. Lenin (abad ke-19), memodifikasikan teori Clausewitz dan teori diikuti oleh Mao Zhe dong. Perang bahkan pertumbahan darah/revolusi di negara lain diseluruh dunia adalah sah yaitu dalam rangka mengkomuniskan bangsa di dunia.

f. Lucian W. Pye dan Sidney (tahun 1972) dalam bukunya Political Cultural dan Political Development dinyatakan bahwa kemantapan suatu sistem politik hanya dapat dicapai apabila berakar pada kebudayaan politik bangsa yang bersangkutan. Dalam memproyeksikan eksistensi kebudayaan politik tidak semata-mata ditentukan oleh kondisi-kondisi obyektif tetapi juga harus menghayati kondisi subyektif psikologis sehingga dapat menetapkan kesadaran dalam kepribadian bangsa.

 

2. Teori-Teori geopolitik (ilmu bumi politik)

    Geopolitik adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala politik dari aspek geografi. Teori ini banyak dikemukakan oleh para sarjana yang akan diuraikan sebagai berikut.

a. Federick Ratzel

    Terdapat beberapa pendapat mengenai wawasan nasional, antara lain:

  • Pertumbuhan negara dapat dianalogikan (disamakan/mirip) dengan pertumbuhan organisme (mahluk hidup) yang memerlukan ruang hidup, melalui proses lahir, tumbuh, berkembang, mempertahankan hidup yang selanjutnya menyusut dan kemudian mati.
  • Negara identik dengan suatu ruangan yang ditempati oleh kelompok politik dalam arti kekuatan.
  • Suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tak terlepas dari hukum alam.
  • Semakin tinggi budaya suatu bangsa semakin besar kebutuhan atau dukungan sumber daya alam. Apabila tidak terpenuhi maka bangsa tersebut akan mencari pemenuhan kebutuhan kekayaan atau di luar wilayah (ekspansi).

    Ada kaitan antara struktur politik/kekuatan politik dengan geografi di satu pihak dengan tuntuan perkembangan atau pertumbuhan negara yang dianalogikan dengan organisme (kehidupan biologi) di lain pihak.

b. Rudolf Kjellen.

    Pandangan Karf Haushofer berkembang di Jerman dibawah kekuasan Adolf Hitler yang juga dikembangkan ke Jepang dalam ajaran Hako Ichiu yang dilandasi oleh semangat militerisme dan fasisme.

  • Kekuatan Impersium daratan yang kompak akan dapat mengejar kekuasaan imperium menguasai pengawasan di laut.
  • Negara besar di dunia akan menimbulkan dan menguasai eropa, afrika, dan asia barat serta jepang di asia timur.
  • Geopolitik adalah doktrin negara yang menitik beratkan pada soal strategi perbatasan.

 

c. Sir Halfrod Mackinder (konsep wawasan benua)

    Teori ahli geopolit ini menganut “konsep kekuatan”. Ia mencetuskan wawasan benua yaitu konsep kekuatan di darat. Ajaranya mengatakan yaitu “barang siapa dapat menguasai daerah jantung yaitu eropa dan asia maka akan dapat menguasai pulau dunia yaitu eropa, asia, afrika dan akhirnya menguasai dunia”.

 

 

 

d. Sir Walter Raleigh dan Alfred Thyer Mahan (konsep wawasan bahari)

    Barang siapa menguasai lautan akan menguasai perdagangan. Menguasai perdagangan berarti menguasai kekayaan dunia sehingga pada akhirnya menguasai dunia.

 

 

 

e. W. Mitchel, A. Seversky, Giulio Douhet, J. F. C. Fuller (konsep wawasan dirgantara)

    Kekuatan udara justru yang paling menentukan. Kekuatan di udara mempunyai daya tangkis terhadap ancaman dan dapat melumpuhkan kekuatan lawan dengan penghancuran di kandang lawan itu sendiri agar tidak mampu lagi bergerak menyerang.

 

 

 

 

 

Referensi:

Muchji, Achmad dkk. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Universitas Gunadarma

 

 

Mau file ini dalam bentuk PDF??


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s