KESANTUNAN PARAGRAF

Posted: December 29, 2010 in artikel sederhana

Paragraf merupakan bagian karangan yang terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran. Apabila sebuah paragraf itu bukan paragraf deskriptif atau naratif, secara lahiriah paragraf itu berupa:

  • kalimat topik atau kalimat utama;
  • kalimat pengembang atau kalimat penjelas;
  • kalimat penegas;
  • kalimat, klausa, prosa, dan penghubung.

     

    Dalam sebuah karangan yang utuh, fungsi utama paragraf yaitu

  • untuk menandai pembukaan atau awal ide/gagasan baru,
  • sebagai pengembangan lebih lanjut tentang ide sebelumnya, atau
  • sebagai penegasan terhadap gagasan yang diungkapkan terlebih dahulu.

 

PERSYARATAN
PARAGRAF
YANG
BAIK

  1. Kepaduan Paragraf

Untuk mencapai kepaduan, langkah-langkah yang harus anda tempuh adalah kemampuan merangkai kalimat sehingga bertalian secara logis dan padu, yaitu menggunakan sebuah kata penghubung. Terdapat dua jenis kata penghubung, yaitu kata penghubung intrakalimat dan kata penghubung antarkalimat. Kta penghubung intrakalimat adalah kata yang menghubungkan anak kalimat dengan induk kalimat. Sedangkan kata penghubung antarkalimat adalah kata yang menghubungkan kalimat yang satu dengan yang lainnya. Contoh kata penghubung intrakalimat yaitu karena, sehingga, tetapi, sedangkan, apabila, jika, maka, dan lain-lain. Contoh kata penghubung antarkalimat yakni oleh karena itu, jadi, kemudian, namun, selanjutnya, bahkan, dan lain-lain.

Selanjutnya, ada cara lain agar paragraf menjadi padu, yakni mengulang kata kunci terakhir menjadi awal kalimat selanjutnya.

  1. Kesatuan Paragraf

Syarat paragraf yang baik adalah adanya kesatuan. Kesatuan berarti setiap paragraf hanya mengandung satu pokok pikiran yang diwujudkan dalam kalimat utama. Klimat utama yang diletakan diawal paragraf dinamakan paragraf deduktif, sedangkan kalimat utama yang diletakkan di akhir paragraf disebut paragraf induktif.

Terdapat cirri-ciri dalam membuat kalimat utama, yakni kalimat yang dibuat narus mengandung permasalahan yang berpotensi untuk diperinci atau diuraikan lebih lanjut. Ciri-ciri yang lain yaitu kalimat utama dapat dibuat lengkap dan berdiri sendiri tanpa memerlukan kata penghubung, baik kata penghubung itrakalimat ataupun antarkalimat.

  1. Kelengkapan Paragraf

Sebuah paragraf dikatakan lengkap apabila di dalamnya terdapat kalimat-kalimat penjelas secara lengkap untuk menunjukan pokok pikiran atau kalimat utama. Ciri-ciri klimat penjelas yaitu berisi penjelasn berupa rincian, keterangan, contoh, dan lain-lain. Kelengkapan paragraf berhubungan dengan cara mengembangkan paragraf. Paragraf dapat dikembangkan dengan cara, pertentangan, pebandingan, analogi, contoh,sebab akibat, definisi, dan klasifikasi.

 

 

PENGEMBANGAN PARAGRAF

Paragraf dapat dikembangkan dengan cara yaitu

  1. Cara Pertentangan

Biasanya menggunakan ungkapan-ungkapan seperti berbeda debgan, bertentangan dengan, sedangkan, lain halnya dengan, akan tetapi, dan bertolak belakang.

Contoh paragraf:

Setelah Indonesia membatalkan pembelian pesawat tempur F-16 dari AS, pesawat Mirage 200 dari Prancis, dan Mig-19/Fulcrum, pemerintah memutuskan untuk membeli Sukhoi-30 dari Rusia. Menurut Habibie, pesawat tempur Sukhoi-30 memiliki keunggulan, terutama dalam Aerodinamika. Selanjutnya, beliau mengemukakan bahwa kewenangan untuk memilih pesawat tempur yang akan dibeli berada pada TNI. Akan tetapi, menurut ketua Bappenas, pilihan jenis pesawat tempur pengganti F-16 akan diumumkan minggu depan.

  1. Cara Perbandingan

Biasanya menggunakan ungkapan seperti serupa dengan, seperti halnya, demikian juga, sama dengan, sejalan dengan, akan tetapi, sedangkan, sementara itu.

Contoh paragraf:

Bangsa Indonesia masih perlu berjuang terus dalam mengatasi masalah kependudukan. Salah satu faktor perhatian yang layak diketahui masyarakat adalah mengenai tanggung beban negara karena banyaknya generasi muda dan meningkatnya usia lanjut. Ketika Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan, 17 Agustus 1945, oleh Soekarno-Hatta, jumlah penduduk kita sekitar 70 juta jiwa, sedangkan hasil sensus penduduk tahun 1961 berjumlah 97 juta jiwa. Sejak kemerdekaan hingga kini, penduduk Indonesia telah berkembang hingga tiga kali lipat yakni 203,45 juta jiwa.

  1. Cara Analogi

Analogi adalah bentuk pengungkapan suatu objek yang dijelaskan dengan objek lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan. Biasanya, pengembangan analogi dilakukan dengan bantuan kiasan. Kata-kata yang digunakan seperti ibaratnya, seperti, bagaikan.

Contoh paragraf:

Otak manusia ibarat sebilah pisau. Otak manusia yang cerdas tidak akan mendapat prestasi yang tinggi bila tidak belajar dan dilatih. Demikian pula, sebilah pisau yang tajamakan menjadi tumpul apabila tidak diasah. Sebaliknya, otak manusia yang IQ-nya sedang-sedang saja akan mendapat prestasi yang gemilangjika belajar terus menerus. Demikian halnya, sebilah pisau yang tumpul akan menjadi tajam apabila diasah terus menerus. Dengan demikian, apabila kita ingin menjadi orang yang berprestasi hendaknya seperti pisau yang diasah terus menerus.

  1. Cara Contoh-Contoh

Kata-kata yang dipergunakan yaitu seperti, misalnya, contohnya.

Contoh paragraf:

Selain tipe introvert, sifat manusia adalah ekstrover. Tipe ekstover adalah orang-orang yang perhatiannya lebih diarahkankeluar dirinya, kepada orang lain, dan kepada masyarakat. Orang yang tergolong tipe ekstrover memiliki sifat-sifat tertentu, contohnya berhati terbuka, lancer dalam pergaulan, ramah tamah, penggembira, mudah memengaruhi.

  1. Cara Sebab Akibat

Cara ini dilakukan jika menerangkan suatu kejadian, baik dari segi penyebab maupun dari segi akibat. Kata-kata yang dipergunakan yaitu padahal, akibat, oleh karena itu, karena.

Contoh paragraf:

Dampak merebaknya penyebaran virus sindrom pernapasan akut parah (Severe Acute Respiratory Sindrome/SARS) dari negeri Jiran, Singapura, mulai mengancam bisnis perhotelan di Batam. Akibatnya, jumlah tamu baik dari luar negeri maupun dalam negeri merosot hingga tingkat hunian hotel di Batam berkurang hingga sepuluh persen. Demikian kata Publish Relation Manager Goodway Hotel Puri Garden, Budi Purnomo, dan pengusaha Novotel Hotel, Anas, ketika dihubungi Kopas di Batam.

  1. Cara Definisi

Biasanya menggunakan kata-kata adalah, yaitu, ialah, dalam suatu paragraf.

Contoh paragraf:

Sebagai Bangsa Indonesia, sudah semestinya kita mengenal tokoh-tokoh pahlawan. Pahlawan yaitu orang yang berjuang dan berjasa dalam membangun negara kita, Indonesia. Didalam Sinetron yang ditayangkan televise, tokoh yang berjiwa pahlawan tidak digambarkan menurut semestinya. Kita dapat mengenal tokoh pahlawan bangsa melalui berita, cerita guru, buku-buku sejarah Indonesia, atu biografinya .

  1. Cara Klasifikasi

Merupakan suatu cara pemngembangan paragraf melalui pengelompokan berdasarkan ciri-ciri tertentu. Ungkapan yang biasa dijumpai yaitu dibagi menjadi, digolongkan menjadi, terbagi menjadi, mengklasifikasikan.

Contoh paragraf:

Secara alamiah, penderita anemia tidak hanya memerlukan zat besi, tetapi juga vitamin dan mineral. Beberapa para ahli mengklasifikasikan dan mengkelompokan penderita anemia. Bagi penderita anemia berat, disarankan untuk mengkonsumsikan tablet tambah darah atau preparat besi dua kapsul perhariselama dua bulan. Sedangkan, bagi penderita anemia rinan hanya disarankan satu kapsul sehari selam 3-4 bulan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s