Barang-Barang Ekonomi

Posted: December 29, 2010 in ekonomi manajemen

    Didalam teori ekonomi, benda-benda yang dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan manusia disebut barang. Dengan demikian, syarat utama yang harus dipenuhi oleh suatu benda untuk dapat disebut barang adalah dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan manusia.

    Didalam ilmu ekonomi, barang dapat dibedakan:

  1. Berdasarkan ketersediaan

    Barang dibedakan menjadi:

  • Barang ekonomi

    Merupakan Barng yang tersedia dalam jumlah yang lebih sedikit dari pada jumlah maksimum yang dibutuhkan masyarakat dan untuk dapat memperolehnya diperlukan pengorbanan.

    Contoh barang tambang baik migas dan non migas, sepatu, pakaian, jasa guru mengajar, jasa pengacara, jasa dokter.

  • Barang Non ekonomi/bebas

    Barang yang sudah tersedia dalam jumlah yang melebihi kebutuhan manusia dan tidak perlu membutuhkan pengorbanan untuk mendapatkannya.

     

  1. Berdasarkan hubungan dengan barang/jasa lain
  • Barang komplementer

    Merupakan barang pelengkap. Dimana nilai guna suatu barang akan menjadi memiliki kelebihan kalau disertai barang lainnya.

    Contoh: benang dengan jarum, gula dengan kopi, dan sebagainya.

  • Barang substitusi

    Adalah suatu barang yang keberadaanya dapat menggantikan posisi barang yang lainnya sehingga nilai gunanya masih sama dengan yang digantikan.

    Misalnya cangkir dengan gelas, pisau dengan cutter, dan sebagainya.

  1. Berdasarkan jaminan
  • Benda bergerak

    Merupakan benda yang dapat dijadikan jaminan kredit/pinjaman yang berjangka waktu pendek dan mudah dicairkan/diuangkan.

    Contohnya emas yang dapat dijadikan jaminan pinjaman di penggadaian.

  • Benda tak bergerak

    Merupakan benda yang dapat dijadikan jaminan pinjaman/kredit yang berjangka waktu panjang dan tidak dapat diuangkan segera butuh waktu untuk mencairkan/diuangkan.

    Contoh: tanah dan gedung

     

  1. Berdasarkan proses pembuatan
  • Bahan mentah

    Adalah bahan yang dibutuhkan dalam proses produksi langsung diambil dari alam tanpa merubah bentuknya.

    Contoh: jagung untuk bahan tepung maizena dan pohon untuk kayu lapis

  • Barang setengah jadi

    Merupakan barang yang dihasilkan untuk menghasilkan barang berikutnya.

    Contoh: tepung maizena dibuat roti, kayu lapis akan dibuat suatu meja

  • Barang jadi

    Barang yang dihasilkan dalam proses produksi dan siap dipakai.

    Contohnya roti dan meja.

     

  1. Berdasarkan daya tahan
  • Barang tahan lama (durable goods)
  • Barang tak tahan lama (non durable goods)

     

  1. Berdasarkan penggunaanya
  • Barang konsumsi
  • Barang investasi

     

  1. Berdasarkan tingkat kepentingan/prioritas
  • Barang primer

    Suatu barang sangat penting akan keberadaanya untuk kelangsungan hidup dan sifatnya wajib untuk dipenuhi.

    Misalnya Sembilan bahan makanan pokok (sembako), rumah tempat tinggal, pakaian.

  • Barang sekunder

    Merupakan jenis barang ataupun jasa yang diperlukan setelah semua kebutuhan barang pokok primer terpenuhi.

    Contoh: makanan yang bergizi, pendidikan yang baik, pakaian yang baik.

  • Barang tersier

    Merupakan barang kebutuhan yang bersifat mewah, tidak sederhana dan berlebihan yang timbul setelah kebutuhan barang primer dan barang sekunder terpenuhi.

    Contoh: handphone, AC, televise, apartemen.

 

 

Utilitas Barang/Jasa

Adapun bentuk kegunaan dari suatu barang ataupun jasa yang dikonsumsi,berdasarkan

  1. Time Utility (berguna karena waktu)

            Banyak barang atau jasa berguna karena ada waktu tertentu untuk memenfaatkannya. misalnya buku pelajaran yang dibeli berguna saat belajar dikelas, dirumah atatu saat belajar bersama.

  2. Place Utility (berguna karena tempat)

            Tentu apakah anda pernah mendengar ekspor pasir laut ke singapura, bukan? Pasir laut yang ada di Indonesia sepertinya tidak bermanfaat, tetapi setelah dipindahkan ke Singapura pasir tersebut menjadi komoditas yang bernilai. Inilah yang dimaksud dengan place utility

  3. Form Utility (berguna karena bentuk)

            Suatu benda akan menjadi lebih berguna setelah benda tersebut diubah bentuk/wujudnya. Misalnya kayu jati yang terdapat dalam hutan akan lebih berguna setelah benda tersebut diubah bentuknya menjadi meja, kursi,tempat tidur. Demikian pula barang tambang seperti nikel, tembaga dan perak akan lebih berguna setelah benda-benda tersebut di ubah bentuknya.

  4. Ownersheep Utility (berguna karena pemilikan)

            Misalnya suatu produk yang didistribusikan oleh seorang distributor akan lebih berguna setelah produk yang didistribusikan sampai ke tangan konsumen yang membutuhkan.

  5. Element Utility ( Berguna karena unsur)

            Tanah yang terdapat di pualu Jawa terkenal akan kesuburannya. Kesuburan tanah ini disebabkan oleh tingginya kadar humus yang terdapat dalam tanah tersebut sehingga tanah di pulau Jawa sangat cocok untuk pertanian. Dengan demikian unsur dalam tanah tersebut menyebabkan bermanfaatnya tanh tersebut.

 

Nilai Barang dan Jasa (Value of Good)

Barang dan jasa mempunyai nilai. Nilai dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu

  1. Nilai Pakai
    1. Nilai pakai objektif

              Nilai pakai objektif adalah kemampuan dari suatu barang untuk memenuhi kebutuhan banyak orang/manusia. Ukuran nilai pakai objektif adalah kemampuan barang untuk memenuhi kebutuhan setiap orang. Contohnya nasi bagi penduduk Indonesia mempunyai nilai pakai objektif, sebab tanpa membeda-bedakan orangnya, setiap penduduk Indonesia dapat memakan nasi untuk memenuhi kebutuahan hidupnya sewaktu lapar. Tinggi-rendahnya nilai pakai objektif menurut pemakainya relative sama.

    2. Nilai pakai subyektif

              Merupakan arti yang diberikan oleh seseorang terhadaap suatu benda atau jasa sehubungan benda/jasa tersebut dapat dipakai memenuhi kebutuhan hidup pribadi pemakainya (unsur psikologis pemakainya)

              Faktor yang menentukan tinggi-rendahnya nilai pakai subyektif adalah unsur psikologis pemakainya. Unsur psikologis pemakainya adalah kepercayaan pemakai terhadap barang yang dipakainya. Misalnya barang tersebut dianggap membawa berkah, menjadi pelindung/jimat, menimbulakan kekuatan supranatural, dan sebagainya. Contohnya barang yang mempunyai nilai pakai subyektif antara lain benda antic, lukisan, batu akik, kemenyan dan sebagainya.

  2. Nilai tukar
    1. Niali tukar objektif

              Nilai tukar objekti adalah kemampuan suatu barang (secar objektif) untuk ditukarkan dengan barang yang lain dan tidak dipengaruhi unsur psikologis, semua orang dapat menerimanya. Nilai tukar yang diberikan oleh setiap orang terhadap barang/jasa adalah relatif sama, kalaupun berbeda tidak terlalu tinggi. Contoh barang yang mempunyai nilai tukar objektif adalah uang dan emas. Harga adalah nilai tukar objektif yang dinyatakan dengan uang.

    2. Nilai tukar Subyektif

              Nilai tukar subyektif adalah arti yang diberikan oleh seseorang terhadap

Comments
  1. dinda nurul deayu says:

    makasih udah bantuin ngerjaiin pr ku

  2. Terimakasih banyak!!!

  3. Harazizi says:

    thanks banget nih. ngebantu banget buat ngerjain pr

  4. hayati says:

    Gomawo🙂

  5. abdul wahab says:

    terimakasih sudah berkunjung…
    sama-sama🙂

  6. andriiiiii says:

    thanks kak artikelnya

  7. abdul wahab says:

    iya sama-sama, seneng bisa membantu

  8. Julista Nainggolan says:

    Thank you, jd nambah wawasan karena sumber nya bertambah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s