PEMBANGKIT LISTRIK

Posted: December 15, 2010 in teknik tenaga listrik

Listrik sudah menjadi prioritas utama atau dapat dikatakan sebagai kebutuhan pokok bagi masyarakat. Hal ini disebabkan begitu banyak alat-alat rumah tangga yang lebih dari 80% sudah menggunakan tenaga listrik, seperti menyalahkan lampu , televisi, mesin cuci, kipas angin, lemari es, dan lain-lain. Perindustrian pun turut membutuhkan tenaga listrik dalam pengoperasian alat-alat serta mesin yang digunakan. Sehingga tak heran di setiap negara khususnya negara berkembang seperti Indonesia mengalami krisis sumber daya listrik.

Berbagai cara telah dilakukan, mulai dari membangun pembangkit-pembangkit listrik di tiap daerah sampai mencari energi alternatif untuk mampu menghasilkan listrik. macam-macam pembakit listrik yang sering digunakan di beberapa negara dalam memenuhi kebutuhan listrik sebagai berikut.

 

  1. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR (PLTN)

    Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) adalah stasiun pembangkit listrik thermal dimana panas yang dihasilkan diperoleh dari satu atau lebih reaktor nuklir pembangkit listrik. Daya yang dibangkitkan per unit pembangkit berkisar dari 40 MWe hingga 1000 Mwe. Hingga tahun 2005 terdapat 443 PLTN berlisensi di dunia, dengan 441 diantaranya beroperasi di 31 negara yang berbeda. Keseluruhan reaktor tersebut menyuplai 17% daya listrik dunia.

    Prinsip kerja PLTN sebenarnya mirip dengan pembangkit listrik lainnya, misalnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Uap bertekanan tinggi pada PLTU digunakan untuk memutar turbin. Tenaga gerak putar turbin ini kemudian diubah menjadi tenaga listrik dalam sebuah generator. Perbedaan PLTN dengan pembangkit lain terletak pada bahan bakar yang digunakan untuk menghasilkan uap, yaitu Uranium. Reaksi pembelahan (fisi) inti Uranium menghasilkan tenaga panas (termal) dalam jumlah yang sangat besar serta membebaskan 2 sampai 3 buah neutron.

    Pemanfaatan nuklir yang digunakan sebagai tenaga pembangkit listrik memiliki beberapa keuntungan (manfaat) tersendiri dibandingkan menggunakan tenaga yang lain. Keuntungan tersebut antara lain:

  • Tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca (selama operasi normal).
  • Tidak mencemari udara – tidak menghasilkan gas-gas berbahaya sepert karbon monoksida, sulfur dioksida, aerosol, mercury, dan sebagainya.
  • Sedikit menghasilkan limbah padat (selama operasi normal).
  • Biaya bahan bakar rendah.
  • Ketersedian bahan bakar yang.
  • Baterai nuklir

Berikut ini berberapa hal yang menjadi kekurangan atau kelemahan dari pemakaian tenaga nuklir untuk pembangkit listrik, yaitu

  1. Risiko kecelakaan nuklir – kecelakaan nuklir terbesar adalah kecelakaan Chernobyl (yang tidak mempunyai containment building)
  2. Limbah nuklir – limbah radioaktif tingkat tinggi yang dihasilkan dapat bertahan hingga ribuan tahun

 

  1. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAHAN BAKAR FOSIL

    Pembangkit listrik tenaga bahan bakar fosil adalah pembangkit listrik yang membakar bahan bakar fosil seperti batubara, gas alam, atau minyak bumi untuk memproduksi listrik. Hasil sampingan dari mesin pembakaran dalam harus dipertimbangkan dalam desain mesin dan operasinya. Panas yang terbuang karena efisiensi yang terbatas dari siklus energi, ketika tidak direcovery sebagai pemanas ruangan, akan dibuang ke atmosfer. Gas sisa hasil pembakaran dibuang ke atmosfer yaitu mengandung karbon dioksida dan uap air, juga substansi lain seperti nitrogen, nitrogen dioksida, sulfur dioksida, dan abu ringan (khusus batu bara) dan mungkin merkuri. Abu padat dari pembakaran batu bara juga harus dibuang, meski saat ini abu padat sisa pembakaran batu bara dapat didaur ulang sebagai bahan bangunan.

    Pembangkit listrik tenaga bahan bakar fosil adalah peyumbang utama gas rumah kaca dan berkontribusi besar terhadap pemanasan global. Batu bara menghasilkan gas rumah kaca sedikitnya tiga kali lebih banyak dari gas alam. Pada pembangkit listrik tenaga bahan bakar fosil, energi kimia yang tersimpan dalam bahan bakar fosil (batu bara, gas alam, minyak bumi) dan oksigen dari udara dikonversikan menjadi energi termal, energi mekanis, lalu energi listrik untuk penggunaan berkelanjutan dan distribusi secara luas.

    Kelemahan atau dampak dari pemakaian tenaga bahan bakar fosil bagi lingkungan, yaitu

    1. Polusi atau pencemaran udara.
    2. Emisinitrogen oksida dan sulfur dioksida ke udara sehingga menyebabkan hujan asam.
    3. Peningkatan kadar karbon dioksida di atmosfer memicu perubahan iklim termasuk pemanasan global.

     

  2. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA

    Pembangkit listrik tenaga surya adalah salah satu pembangkit listrik yang sangat sederhana dan mudah dipasang dirumah. Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) merupakan salah satu sarana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan listrik yang sangat ramah lingkungan karena memanfaatkan sinar matahari. Terdapat beberapa komponen yang diperlukan untuk dapat menghasilkan listrik, yaitu

    1. Panel surya yang berfungsi merubah cahaya matahari menjadi listrik.
    2. Alat pengatur daya (charge controllet) yang berfungsi mengatur alirsn listrik dari panel surya ke batre (ACCU) yang kemudian dialirkan ke lampu, TV atau Radio. Alat pengatur daya juga berfungsi melindungi dari konsleting atau pengiriman muatan arus berlebih ke input terminal.
    3. Batre ACCU memiliki fungsi untuk menyimpan arus listrik yang dihasilkan oleh panel surya sebelum dimanfaatkan untuk menggerakkan beban.
    4. Inventer DC to AC merupakan sebuah alat yang berfungsi mengubah arus DC menjadi arus AC untuk dapat langsung dipergunakan.

    Pada siang hari panel surya menerima cahaya (sinar) matahari yang kemudian diubah menjadi energi listrik oleh sel-sel kristal melalui proses photouoitaic. Listrik yang dihasilkan oleh panel surya dapat langsung disalurkan ataupun disimpan dalam batre ACCU, sebelum disalurkan ke beban (lampu, radio, TV, dll). Pada malam hari, dimana panel surya tidak menghasilkan listrik. Listrik yang sudah terkumpul (tersimpan) dalam batre ACCU akan dapat digunakan.

    Pembangkit Liatrik Tenaga Surya merupakan suatu system energi yang bersih dan menghasilkan listrik dari sinar matahari. Memakai tenaga matahari tersedia melimpah dan gratis. Berikut ini adalah keuntungan menggunakan PLTS, yaitu

    1. Sumber energi yang dipakai tidak pernah habis dan sangat ramah lingkungan.
    2. Dapat dipakai dimana saja terutama didaerah yang belum terjangkau listrik.
    3. Tidak memerlukan perawatan kusus sehingga bebas dari segala biaya perawatan.
    4. Hemat karena tidak memerlukan bahan bakar.
    5. Bersifat moduler artinya kapasitas listrik yang dihasilkan dapat sesuai dengan kebutuhan.
    6. Tidak menghasilkan getaran ataupun suara yang dapat menggangu pendengaran.
    7. Ramah lingkungan serta pemasangannya sangat mudah.

    Meskipun pembangkit listrik tenaga surya memiliki beberbagai keuntungan. Namun PLTS memiliki kelemahan. Berikut ini adalah kelemahan dari PLTS :

    1. Memiliki ketergantungan pada cuaca. Saat mendung kemampuan panel surya menangkap sinar matahari tentu akan berkurang.
    2. Rencana pembangunan PLTS dihadang sejumlah masalah. Masalah utama adalah besarnya biaya membangun pembangkit ini

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Referensi:

     

    Wikipedia (http://id.wikipedia.org) dan beberapa sumber laman lainnya.

Comments
  1. Pietasari says:

    Berkat info dari sini aku bisa ngerjain tugas fisika. Thank you very much

  2. inggablubby says:

    trimakasih atas infonya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s