Lampu Hemat Energi Listrik

Posted: December 15, 2010 in teknik tenaga listrik

Kondisi ruangan dalam rumah akan terasa indah dan nyaman apabila memiliki sistem penerangan yang baik. Sistem penerangannya pun dapat diperoleh dari sumber alam, seperti memanfaatkan sinar matahari ataupun melalui buatan yang bersumber dari cahaya lampu. Penerangan di pagi,siang serta sore hari dapat memanfaatkan sinar matahari yang mampu masuk kedalam ruangan. Saat malam hari kondisi ruangan akan terasa gelap karena tidak ada sinar matahari. Hal ini akan membuat ketidak nyamanan serta keindahan dari ruangan akan berkurang maka dibutuhkan penerangan buatan seperti lampu.

Semenjak lampu ditemukan oleh Thomas Alva Edison pada tahun 1879 (lampu pijar listrik yang mampu menyalah selama 40 jam), lampu mengalami perubahan serta perkembangan berdasarkan kebutuhan yang memperioritaskan pengurangan konsumsi listrik. Generasi lampu yang mampu menghemat listrik adalah LED (light-emitting diode)

 

  1. Pengertian Lampu LED


LED (light emitting diode) adalah generasi terbaru lampu sebagai pengganti lampu pijar atau halogen taupun jenis lampu lainnya. Lampu LED (light-emitting diode) melakukan proses dioda cahaya yang merupakan suatu semikonduktor yang memancarkan cahaya monokromatik yang tidak koheren ketika diberi tegangan maju. Gejala ini dinamakan elektroluminesensi. Warna yang dihasilkan dari lampu LED bergantung pada bahan semikonduktor yang digunakan.

    LED pertama kali ditemukan oleh Shuji Nakamura yang merupakan seorang peneliti dari Jepang pada tahun 1993. Generasi pertama lampu LED berwarna biru dan putih.

 

  1. Cara kerja lampu LED

Lampu LED terbuat dari pencampuran galium nitrida (GaN) dengan fosfor kuning. Warna kuning yang dihasilkan merangsang penerima warna merah dan hijau di mata manusia. Kombinasi antara warna kuning dari fosfor dan warna biru dari substrat akan memberikan kesan warna putih bagi mata manusia. Dengan segala kelebihannya itu, tak heran bila LED kerap dipakai untuk alat-alat penerangan yang berada di ruang terbuka. Misalnya papan iklan raksasa (billboard), lampu kendaraan, lampu taman, hingga lampu lalu lintas, bahkan handphone serta laptop pun sudah menggunakan jenis lampu ini.

Lampu pijar dan neon tidak berguna lagi setelah bohlamnya (kaca pelindung) pecah, namun tidak demikian dengan lampu LED. Lampu ini merupakan jenis solid-state lighting (SSL), artinya lampu yang menggunakan kumpulan LED serta benda padat lainnya sebagai sumber pencahayaannya, sehingga lampu LED tidak mudah rusak bila terjatuh atau bohlamnya (kaca pelindung) pecah. Kumpulan LED diletakkan dengan jarak yang rapat untuk memperterang cahaya

Umumnya, lampu LED memiliki 4 macam warna yang kasat mata, yaitu merah, kuning, hijau, dan biru. Untuk menghasilkan sinar putih yang sempurna, spektrum cahaya dari warna-warna tersebut digabungkan. Yang paling umum dilakukan adalah penggabungan warna merah, hijau, dan biru yang disebut RGB. Sampai saat ini, pengembangan terus dilakukan untuk menghasilkan lampu LED dengan komposisi warna seimbang dan berdaya tahan lama.

  1. Keunggulan dan Kelemahan lampu LED

    Apabila dibandingkan antara lampu LED dengan lampu pijar. Lampu LED memiliki keunggulan sebagai berikut.

  1. Menghasilkan cahaya yang terang.
  2. Tidak membuat suhu ruangan meningkat dibandingkan dengan menggunakan lampu pijar.
  3. Lampu LED mampu menekan pemanasan global dan mengurangi jumlah emisi karbon di dunia. Lampu ini berasal dari bahan semikonduktor, jadi tidak diproduksi dari bahan karbon.
  4. Salah satu alternatif untuk melakukan penghematan energi listrik. Apabila lampu LED digunakan di seluruh dunia, total energi listrik untuk penerangan dapat berkurang hingga 50%.
  5. Lampu LED tidak mengandung Mercury
  6. Daya tahan lebih lama, yaitu 60x lebih lama dibanding dengan tipe lampu Incandescent dan 10x lebih lama dibanding tipe Fluorescent.

     

Faktor penting yang menjadi pertimbangan bagi masyarakat adalah harga. Biaya produksi untuk menciptakan lampu LED cukup mahal dibandingkan untuk jenis lampu lainnya. Seberapa mahalkah total biaya untuk jenis lampu LED? Mari kita simulasikan perbandingan lampu hemat energi (termasuk LED) dengan lampu pijar sebagai berikut.

Tabel Simulasi Perbandingan Lampu LED dengan

Lampu Pijar

Faktor Pembanding

Lampu Hemat Energi (Termasuk LED)

Lampu Pijar

Daya Lampu

18 watt

100 watt

Lama digunakan

12.000 jam

12.000 jam

Umur lampu

6.000 jam

1.000 jam

Konsumsi energi (kWH)

216 kWH

1.200 kWH

Biaya per kWH (ie, Rp. 560/kWH)

Rp. 120.960

Rp. 672.000

 

 

 

 

 

 

 

 

Referensi

Comments
  1. Trims INfonya, dengan lampu hemat energi (termasuk lampu led) kita bisa menyelamatkan dunia dari pemanasan Global. Go Green Indonesia. Save Our World

  2. Ann says:

    terima kasih infonya gan, bermanfaat banget.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s