DEPRESIASI DAN PAJAK PENDAPATAN

Posted: December 15, 2010 in ekonomi manajemen

DEPRESIASI

Depresiasi adalah penurunan nilai fisik barang dengan berlalunya waktu dan penggunaan. Lebih spesifik lagi, depresiasi adalah konsep akuntansi yang menentukan suatu deduksi tahunan terhadap pendapatan sebelum pajak, dengan demikian efek waktu dan pengguaan atas nilai aset dapat direfleksikan didalam laporan keuangan perusahaan. Deduksi depresiasi bertujuan untuk menyesuaikan nilai tahunan yang digunakan oleh suatu aset dalam proses produksi dari pendapatan berdasarkan umur ekonomis aktual aset. Depresiasi merupakan biaya non-kas yang mempengaruhi pendapatan pajak.

Barang yang dapat menyusut merupakan barang yang diperbolehkan untuk didepresiasi oleh undang-undang dan regulasi pajak pendapatan pemerintahan federal, negara bagian, atau kotamadya. Klasifikasi dari jenis barang harus dapat dipahami untuk dapat menentukan deduksi depresiasi. Barang yang dapat didepresiasi jika memenuhi ketentuan-ketentuan dasar berikut;

  1. Digunakan dalam bisnis atau digunakan untuk menghasilkan suatu pendapatan.
  2. Memiliki umur efektif yang dapat ditentukan, dan umur tersebut harus lebih dari satu tahun.
  3. Merupakan sesuatu yang dapat dipakai hingga aus, rusak, diperbaiki, menjadi tidak terpakai, atau nilainya hilang karena alasan-alasan umum.
  4. Bukan termasuk inventori,stok dalam perdagangan, atau barang investasi

Barang yang dapat didepresiasikan diklasifikasikan menjadi;

  1. Barang berwujud (tanginable) merupakan barang yang dapat dilihat dan dipegang, barang ini terdiri dari barang pribadi (personal property) dan barang riil (real property). Yang termasuk barang pribadi adalah mesin, kendaraan, dan alat-alat lainnya. Sedangkan, barang riil seperti tanah dan umumnya adalah sesuatu yang dapat dibangun, tumbuh, dan ditancap di tanah.
  2. Barang tidak berwujud (intanginable) merupakan barang pribadi seperti hak cipta, paten, atau waralaba.

Metode Depresiasi Dalam Keterkaitan Jangka Waktu

Metode depresiasi yang diperbolehkan oleh Internal Reveneu code telah berubah-ubah seiring dengan waktu. Berikut ini menujukkan metode pokok yang digunakan dalam tiga periode waktu yang berbeda.

Sebelum 1981, metode pokok yang digunakan adalah garis-lurus (straight-line, SL), keseimbangan-menurun (declining-balance, DB), dan jumlah-digit-tahun (sum of years digits, SYD). Secara kolektif, metode-metode ini dikenal sebagai metode depresiasi klasik atau historis.

Antara 1980 sampai 1986, barang berwujud yang digunakan selama periode ini harus didepresiasi dengan menggunakan Accelerated Cost Recovery System (ACRS). Sistem ini diimplementasikan oleh Economic Recovery Tax Act (ERTA) 1981.

Setelah 1986, Tax Reform Act 1986 (TRA 1986) merupakan salah satu reformasi pendapatan pajak yang paling besar dalam sejarah Amerika Serikat. Tindakan ini adalah dengan memodifikasikan ACRS yang diimplementasikan oleh ERTA dan membutuhkan Modified Accelerated Cost Recovery System (MACRS).

  1. Metode Depresiasi Klasik (Historis)

Metode ini digunakan secara terus menerus, langsung dan tidak langsung, untuk mendepresiasi barang. Juga akan dibahas tentang unit-unit metode produksi.

  1. Metode garis lurus (Straight Line, SL)

Depresiasi garis lurus merupakan metode depresiasi yang sederhana. Metode ini mengasumsikan bawa suatu jumlah tetap yang didepresiasi setiap tahunnya atas umur depresiasi (efektif) aset. Persamaan yang digunakan;


untuk 1 ≤ k ≤ N ………. ( persamaan 2)

BVk = B –
………. (persamaan 3)

 

SVN = Estimasi nilai sisa pada akhir tahun N

dk = Kumulatif defreasiasi sepanjang tahun k

N = umur depresiasi aset dalam tahun

B = harga beli dari aset (Cost basis), termasuk penyesuaian yang diizinkan

BVk = nilai buku pada akhir tahun k

  1. Metode keseimbangan menurun (Declining Balance, DB)

Terkadang, metode ini sering disebut sebagai metode prestase tetap (Constant Percentage Method) atau rumus matheson (Matheson formula), mengansumsikan bahwa depresiasi biaya tahunan merupakan persentase tetap dari BV pada permulaan tahun.

 

  1. Metode jumlah-angka-tahun (Sum of the Years Digits, SYD)

Angka-angka yang berkaitan dengan angka untuk setiap umur tahun yang diizinkan berada pada urutan pertama dalam urutan yang terbalik. Kemudian, jumlah dari angka-angka ini ditentukan. Faktor depresiasi untuk setiap tahunmerupakan angka dari daftar urutan terbalik untuk tahun tersebut dibagi dengan jumlah angkanya. Sebagai contoh, untuk barang yang mempunyai umur depresiasi (efektif) lima tahun, faktor depresiasi SYD-nya adalah sebagai berikut.

Tahun

Angka Tahun dalam Urutan Terbalik (digits)

Faktor Depresiasi SYD

1

5

5/15

2

4

4/15

3

3

3/15

4

2

2/15

5

1

1/15

Jumlah Angka

15

 

Depresiasi untuk setiap tahun adalah hasil dari faktor depresiasi SYD untuk tahun tersebut dan selisih antara Cost Basis (B) dan estmasi akhir SV. Bentuk umum dari biaya tahunan untuk setiap tahun k, apabila N sama dengan umur depresiasi aset, yaitu


Nilai buku pada akhir tahun k adalah


Sehingga

    

.

  1. Metode Produksi Unit

Nilai barang yang menurun sebagian besar merupakan fungsi dari waktu. Apabila penurunan nilai kebanyakan karena fungsi penggunaan, depresiasi berdasarkan metodenya mungkin tidak tercemin dalam bentuk tahun. Hasil dari metode ini dalam cost basis (dikurang SV akhir) dialokasikan secara sama berdasarkan estimasi angka dari unit-unit yang diproduksi sepanjang umur efektif aset. Persamaan yang digunakan, yaitu

Depresiasi per unit produk =

Contoh

Sebuah alat yang digunakan dalam suatu bisnis mempunyai cost basis $50.000,- dan diharapkan nilai sisanya $10.000,- ketika alat itu ditukar setelah penggunaan 30.000 jam. Carilah tingkat depresiasi per jam penggunaan, dan carilah nilai bukunya setelah beroperasi selama 10.000 jam

Penyelesaiaan

Depresiasi per unit produksi = $1,33 per jam

    Setelah 10.000 jam, BV = $50.000 (10.000 jam), atau BV = $36.700,-

  1. Modified Accelerated Cost Recovery System (MACRS)

Metode ini (MACRS) diciptakan oleh TRA 86 dan sekarang menjadi metode utama untuk menghitung deduksi depresiasi barang dalam proyek-proyek teknik. MACRS berlaku untuk kebanyakan barang tangibleyang dapat didepresiasi dalam penggunaannya setelah 31 Desember 1986. Contoh dari aset yang tidak dapat didepresikan berdasarkan MACRS adalah barang yang anda pilih untuk tidak dimasukkan karena untuk mendepresiasinya dengan metode yang tidak didasarkan pada bentuk tahun (metode produksi unit) dan barang intangible. MACRS terdiri dari dua sistem untuk menghitung deduksi depresiasi. Sistem utamanya disebut General Depreciation system (GDS) dan sistem kedua disebut Alternative Depreciation System (ADS). Apabila aset didepresiasi dengan menggunakan MACRS, informasi berikut ini diperlukan sebelum deduksi depresiasi dihitung:

  • Cost basis (B)
  • Tanggal barang tersebut digunakan
  • Kelas barang dan pemulihan
  • Menggunakan metode depresiasi MACRS (GDS atau ADS)
  • Konversi waktu yang digunakan (setengah tahun)

 

PAJAK PENDAPATAN

    Pajak pendapatan dihasilkan dari operasi perusahaan yang menguntungan biasanya dimasukkan ke dalam perhitungan dalam mengevaluasi proyek-proyek teknik. Alasanya cukup sederhana, pajak pendapatan atas proyek-proyek yang diusulkan mungkin mencerminkan arus keluar utama yang harus dipertimbangan bersama-sama dengan arus kas masuk dan keluar lainnya dalam mengevaluasi seluruh keuntungan ekonomis dari proyek tersebut.

Perbedaan Antara Jenis-Jenis Pajak yang Berbeda

  1. Pajak pendapatan (Income Taxes), dinilai sebagai suatu fungsidari pendapatana kotor (gross reveneu) dikurangi deduksi yang diizinkan. Hal itu dilakukan oleh federal, kebanyakan negara bagian, dan kadang-kadang oleh pemerintahan kotamadya.
  2. Pajak properti (Properti taxes) dinilai sebagai fungsi dari nilai barang itu sendiri, seperti tanah, gedung, peralatan, dan tingkat pajak yang digunakan. Jadi, ini terlepas dari pendapatan atau laba perusahaan. Hal itu dilakukan oleh pemerintah kotamadya, kabupaten dan / negara bagian.
  3. Pajak penjualan (Sales taxes) dinilai berdasarkan pembelian barang atau jasa, dan terlepas dari pendapatan (income) dan laba kotor. Pajak penjualan bersangkut-paut dalam studi ekonomi teknik hanya untuk tingkat itu yang mana mereka ditambahkan ke biaya dari barang yang dibeli.
  4. Pajak pembelian (excise taxes) merupakan pajak federal yang dinilai sebagai funsi dari penjualan barang atau jasa tertentu yang sering dianggap tidak penting, dan karenanya terlepas dari pendapatan atau laba dari bisnis. Meskipun mereka biasanya dibebankan kepada pabrik atau pengecer asli dari barang dan jasa tersebut, biayanya dikenai kepada si pembeli.

 

UNTUNG (RUGI) DARI SISA ASET

Apabila aset yang didepresiasi (barang pribadi tangible dan barang riil) dijual, nilai pasarnya jarang sekali sama dengan nilai bukunya. Umumnya, keuntungan (kerugian) pada penjualan dari barang didepresiasi merupakan nilai pasar yang wajar dikurangi nilai bukunya pada saat itu.

Apabila penjualan menghasilkan keuntungan, hal itu sering mengacu sebagai depreaciation recapture. Tingkat pajak untuk keuntungan (kerugian) pada sisa barang pribadi yang didepresiasi biasanya sama untuk pendapatan atau kerugian biasa, yang merupakan effective income tax rate.

Apabila aset modal dijual atau diganti, keuntungan (kerugian) mengacu sebagai keuntungan (kerugian) modal. Contoh dari aset modal adalah saham, obligasi, emas, perak,dan logam lainnya, sama halnya dengan barang riilseperti rumah.

 

DEFINISI TAMBAHAN

  • Adjusted (cost) Basis merupakan basis biaya original dari aset, disesuaikan dengan kenaikan atau penurunan yang diizinkan, yang digunakan untuk menghitung deduksi depresiasi dan deplesiasi. Misalnya biaya dari setiap peningkatan aset modal dengan umur efektif lebih besar daripada kenaikan satu tahun basis biaya original.
  • Basis, atau cost basis biaya mula-mula dari mengakuisisi aset (harga pembelian ditambah biaya pajak penjualan), termasuk biaya transportasi dan biaya normal lainnya untuk membuat aset tersebut dapat berjalan seperti yang diharapkan. Jumlah ini disebut juga dengan unadjusted cost basis.
  • Nilai buku (Book value, BV) merupakan basis biaya orisinal dari barang, termasuk setiap penyesuaian, dikurang semua deduksi depresiasi atau deplesiasi yang diizinkan. BV mencerminkan jumlah modal yang diinvestasikan perusahaan dalam barang dan harus ditutupi di masa yang akan datang melalui proses akuntansi.
  • Nilai pasar (Market Value, MV) merupakan jumlah yang bersedia dibayar oleh pembeli kepada penjual untuk suatu barangdimana masing-masing mempunyai keunggulan yang sama dan tidak ada tekanan untuk membeli atau menjual. MV memperkirakan nilai sekarang (present value) dari apa yang akan diterima melalui pemilik barang, termasuk niali waktu dari uang (atau laba).
  • Periode pemulihan (Recovery period) adalah jumlah tahun yang mana basis barang telah dipulihkan melalui proses akuntansi. Berdasarkan MACRS, periode ini merupakan kelompok barang (property class) untuk General Depreciation System (GDS), dan merupakan kelompok umur (class life) untuk Alternative Depreciation System (ADS).
  • Tingkat pemulihan (Recovery Rate) suatu presentase untuk masing-masing tahun periode pemulihan MACRS yang digunakan untuk menghitung deduksi depresiasi.
  • Nilai sisa (Salvage Value, SV) merupakan ekspektasi harga penjualan dari suatu barang apabila aset tersebut tidak produktif lagi digunakan oleh pemiliknya. Bentuk nilai sisa bersih digunakan apabila si pemilik akan mengadakan pengeluaran untuk sisa barang, dan arus kas keluar harus dideduksidari arus kas masuk untuk memperoleh SV neto akhir.

Umur efektif (useful life) harapan (estimasi) jangka waktu penggunaan suatu barang dalam perdagangan atau bisnis atau menghasilkan pendapatan. Ini tidak berarti berapa lama barang tersebut usang tetapi berapa lama si pemilik mengharapkan barang itu dapat digunakan secara produktif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s